Sondag 07 April 2013

pengenalan alat laboratorium



PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM
(Laporan Praktikum Mikrobiologi Pertanian)


Oleh
Karolina Situmorang
1214121104









LABORATORIUM HAMA DAN PENYAKIT
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013



1.    PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pengenalan alat-alat praktikum penting dilakukan guna untuk keselamatan kerja dalam melakukan proses penelitian.selain itu juga pengenalan alat praktikum bertujuan agar mahasiswa mengetahui nama dan fungsi dari alat-alat tersebut.Alat-alat praktikum sangat di butuhkan dalam proses penilitian atau pun prktikum terutama dalam proses praktikum kimia.ada banyak sekali alat-alat yang digunakan dan mempunyai fungsi masing-masing didalam bidang keilmuan atau pun proses penilitian tentu tentu alat-alat ini sangat di butuhkan sekali.alat-alat laboratorium juga dapat berbahasa jika terjadi kesalahan dalam prosedur pemakaiannya.maka diperlykannya pengenalan alat-alat laboratorium agar penggunaan alat tersebut dapat dipergunakan dengan fungsi dan prosedur yang baik dan benar,sehingga kesalahan yang terjadi dapat diminimalisir sedikit mungkin.hal ini penting agar mendapatkan hasil penelitian yang aik dan benar.data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang.
Dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium dan alat-alat sterilisasi akan dijelaskan secara detail mengenai fungsi dan spesifikasi masing-masing alat tersebut. Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan bahan-bahan dari mikrobia yang tidak diinginkan. Jadi Alat-alat sterilisasi adalah alat yang digunakan untuk membebaskan suatu bahan atau alat lain dari mikrobia yang tidak diinginkan.Pada umumnya kegiatan praktek laboratium diarahkan pada upaya supaya mahasiswa dituntut untuk menguji, memverifikasi atau membuktikan hukum atau prinsip ilmiah yang sudah dijelaskan oleh dosen,asisten dosen atau buku teks.




1.2  TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini, yaitu:
1.Mengenal berbagai jenis alat standar dalam laboratorium.
2.Mengetahui nama, fungsi dan prinsip kerja dari tiap alat.















II. ALAT DAN BAHAN
2.1 Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini, yang terdiri dari tiga jenis bahan dan pengelompokannya, yaitu:  Alat elektrik Alat gelas(keramik), dan Non gelas.  Alat elektrik terdiri dari: Spectrophotometer, laminar air flow, rotamixer, colony counter       ,timbangan elektrik, mikroskop majemuk, autoclave, magnetik stimer,  mikroskop stereo.
Sedangkan alat gelas(keramik) terdiri oleh:Cawan petri, gelas ukur  , Spatula, Tabung reaksi , Gelas drigalsky, Bunsen, Labu erlenmeyer, Haemocytometer Mortar, Gelas beaker, Kaca preparat.             
Alat-alat non gelas terdiri dari: Mikro pipet, Jarum ent, Scapel, Jarum ose, Pinset, Rubber bulb.
2.2 PROSEDUR PERCOBAAN
Cara kerja dalam percobaan ini yaitu: mengamati, mengenali dan mengetahui nama, fungsi alat-alat yang tersedia dalam laboratorium mikrobiologi dan praktikum ini disertai dengan gambar dan penjelasan yang akan memperjelas bagian-bagian alat tersebut.





IV.  HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Pengamatan
NO
NAMA ALAT
GAMBAR
KETERANGAN
1.
Cawan Petri


1. Cawan bagian bawah

2.Cawan bagian bawah

2.
Tabung Reaksi


1. Bibir tabung

2. Skala

3.
Labu Erlenmeyer


1. Bibir labu
2. Skala

4.
Gelas Beaker


1. Mulut Gelas
2.Skala
3.
5.
Gelas Ukur


1. Mulut gelas
2. Skala
3. Dasar
6.
Gelas Drigalsky

1. Ujung berbentuk segitiga
2. Batang
3.
7.
Haemocytometer


1.
2.
3.
4.
5.
8.
Kaca Preparat


1.

2.

3.

9.
Spatula


1.

2.

3.


10.
Bunsen

1.Tutup
2. Sumbu
3.Bahan bakar(spritus)

11.
Mortar


1. penumbuk
2. mortar
3.
12.
Spectrophotometer   
 
  

1.
2.
3.
4.
5.

13.
Colony Counter

  

1. Lensa / lup
2. Pegangan lup
3. Tombol on-off



14.
Autoclave

1. Tombol pengatur mundur
2. Katup pengeluaran uap
3. Pengukur tekanan
4. Kelep pengaman
15.
Laminar Air Flow
  
1. Tombol on-off lampu
2.  Tombol on-off sinar UV
3. Tombol pengatur
4. Pintu
16.
Timbangan Elektrik

  
1.
2.
3.
4.

17.
Magnetik stimer

  
1. Kabel
2. Plate corer
3. Pengatur kerja alat
4. Skalar
18.
Rotamixer


1.
2.
3.
4.
19.
Mikroskop Majemuk









1. Lensa okuler
2. Tabung okuler
3. Meja Preparat
4. Kondensor
5. Lensa objektif
6. Pengatur pencahayaan
7. Tombol on-off
8.Sumber cahaya
20.
Mikroskop Stereo













1. Lensa okuler
2. Cincin pengatur diopter
3. Skrup Pengatur pembesaran
4. Skrup pengatur Fokus
5. Plat tempat spesimen diletakkan
6. Penjepit spesimen/preparat
21.
Mikro Pipet








1. Thum knob
2. Nozzle
3. Tip
4. Tip ejector Button
5. Skala Volumeter
22.
Scapel





1. Pisau
2. Pegangan

23.
Pinset







1. Ujung pinset
2. Pegangan
3.

24.
Jarum ent











1.
2.
3.
25.
Jarum Ose


1. Jarum ose
2. Tangkai
3.

26.
Rubber Bulb

1. Katup A
2. Gelembung
3. Katup S
4. Katup E
5. Pipet ukur

3.2          Pembahasan
1. Cawan petri
adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk membiakkan sel. Cawan Petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya.. Alat ini digunakan sebagai wadah untuk penyelidikan tropi dan juga untuk mengkultur bakteri,Spora,khamir,biji-bijian.
2.Tabung  reaksi
adalah tabung genggam yang digunakan untuk mencampur atau memanaskan bahan-bahan kimia di laboratorium. Tabung tersebutterbuka dibagian atas dan dasar tabung yang bulat. tabung Reaksi biasanya terbuat dari bahan kaca atau plastik.
3.Labu erlenmeyer
Erlenmeyer adalah peralatan gelas (Glass ware equipment) yang seringkali di gunakan untuk analisa dalam laboratorium. Bentuknya bulat dan berbentuk kerucut dibagian atasnya, sedangkan dasar permukaan yang rata membuatnya flexsible di letakan dimana saja.
4. Gelas beaker
adalah sebuah wadah penampung yang digunakan untuk: mengaduk,  mencampur, memanaskan cairan yg biasanya digunakan dalam laboratorium. Beker secara umum berbentuk silinder dengan dasar yang bidang dan tersedia dalam berbagai ukuran. Beker dapat terbuat dari kaca (umumnya kaca borosilikat ataupun dari plastik.
5.Gelas ukur
Gelas ukur dapat terbuat dari gelas (polipropilen) ataupun plastik.
Fungsi Gelas ukur adalah untuk mengukur volume. Gelas ukur dapat digunakan untuk mengukur volume segala benda, baik benda cair maupun benda padat pada berbagai ukuran volume.
6.Gelas drigalsky
Menyebarkan suatu biakan atau cairan dipermukaan medianya. Bentuknya segitiga kecil dan biasanya digunakan sebagai alat praktikum mikrobiologi.
7.Haemocytometer
Haemocytometer digunakan dalam kombinasi dengan mikroskop untuk menghitung sel-sel individu dalam sampel. Di tengah-tengah haemocytometer adalah ruang kaca kecil dari dimensi tahu.
8. Kaca preparat
Untuk menutup objek glass pada saat pengamatan dibawah mikroskop.

9. Spatula
Spatula adalah sebuah alat yang berbentuk seperti sendok panjang dengan ujung atasnya  datar.
10. Bunsen
Pembakar Bunsen (Bunsen Burner) Salah satu alat yang berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril adalah pembakar bunsen. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain, bagian api yang paling cocok untuk memijarkannya adalah bagian api yang berwarna biru (paling panas). Perubahan bunsen dapat menggunakan bahan bakar gas atau metanol.
11. Mortar dan Pastel
Alat ini digunakan untuk mengerus atau menghaluskan bahan yang akan dianalisa. Mortar & pastel memiliki fungsisebagai pencampur media dangan bahan lainnya. Atau sering dikenal dengan “Sang Penumbuk Bahan”.
12. Spectrophotometer
sebuah instrumen yang menggunakan spektrum cahaya sebagai kompenen utama pengukuran. Kemudian jelas pula kalau prinsipnya adalah serapan spektra cahaya tadi yang dilakukan oleh Atom – atom, ini yang spesialnya.
13. Colony counter
 Berfungsi sebagai penghitung jumlah colony bakteri atau jamur, cara menggunakannya setelah kita Onkan. Kita menyimpan cawan petri yang berisi bakteri atau jamur kedalam kamar hitung.
14. Autoclave
Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yg digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan.

15. Laminar air flow
Kegunaan Laminar Air Flow memiliki fungsi untuk bekerja secara aseptis karena mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan menggunakan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan.
16. Timbangan elektrik
berfungsi untuk mengetahui massa dari suatu materi,dengan timbangan digital dapatdiketahui nilai massa dengan teliti.
17. Magnetik stirrer
Magnetic stirrer adalah alat yangdigunakan untuk menyebabkan baraduk  terbenam dalam suatu cairanberputar sangat cepat, gelisah ataumencampur cairan
18. Rotamixer
Rotamixer merupakan alat untuk menghomogenkan larutan
19. Mikroskop majemuk
Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkan perbesaran yang lebih besa ( jelas)Mikroskop majemuk memerlukankualitas yang tinggi tidak hanyapada obyektif dan bagian mata tapi juga pada kondensor  substage.
20. Mikroskop stereo
Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkanperbesaran tidak terlalu besar. DiLaboratorium, mikroskop stereobiasanya digunakan untuk mengamati secara detail bentuk koloni dan jamur.
21. Mikro pipet
Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yangbervolume cukup kecil, biasanyakurang dari 1000 µl. Banyak pilihankapasitas dalam mikropipet,misalnya mikropipet yang dapatdiatur volume pengambilannya(adjustable volume pipette)  mikropipetyang tidak bisa diatur volumenya,hanya tersedia satu pilihan volume( fixed volume pipette) misalnyamikropipet 5 µl. dalampenggunaannya, mukropipetmemerlukan tip.
22. Scapel
Fungsi scapel  untuk membuka otot otot bagian perut.
23. Pinset
alat yang terbuat dari besi. Pinset (yang ujungnya lancip), digunakan untuk mengambil atau menarik beberapa sampel.fungsi pinset itu untuk menjepit benda kecil atau pun yang sangat lembek(lembut).
24. Jarum ent
Fungsi jarum ent untuk mengambil dan menyebar sample koloni mikroba jamur pada medium padat.
25. Jarum ose
Jarum ose berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru
26. Rubber bulb
Pipet Filler / Rubber Bulb Filler adalah alat untuk menyedot larutan yang dapat dipasang pada pangkal pipet ukur. Karet sebagai bahan filler merupakan karet yang resisten bahan kimia. Filler memiliki 3 saluran yang masing-masing saluran memiliki katup. Katup yang bersimbol A (aspirate) berguna untuk mengeluarkan udara dari gelembung. S (suction) merupakan katup yang jika ditekan maka cairan dari ujung pipet akan tersedot ke atas.






V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1.      Praktikum ini dilakukan pengamatan secara langsung, kita dapat mengetahui alat-alat apa saja yang digunakan pada praktikum mikrobiologi beserta bagian, fungsi dan prinsif kerjanya.
2.      Alat-alat yang digunakan pada praktikum hasil steril sehingga perlu dilakukan sterilisasi alat-alat sebelum digunakan.
3.      Alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi terbuat dari kaca, logam, karet dan alat elektrik.
4.      Menurut fungsinya, alat-alat tersebut dibagi menjadi alat untuk sterilisasi, alat ukur dan alat instrumen.
5.      Alat yang biasa digunakan untuk sterilisasi yaitu; Autoclave, bunsen dan oven.
6.      Autoclave digunakan untuk sterilisasi basah dengan uap air bertekanan, sedangkan oven digunakan untuk sterilisasi kering.




















DAFTAR PUSTAKA

Arifin, 1991. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. Laboratorium dasar Universitas Lambung Mangkurat;Banjarbaru.
Day, R.A. Ir and A.L.Underwood.1998.Kimia Analisis Kuantitatif. Edisi Revisi, terjemahan R.Soendoro, dkk. Jakarta; Erlangga
Hadieotomo, R.S.1993. Mikrobiologi Dasar Dalam  Teknik dan Prosuder Dasar Laboratorium. Jakarta: Gramedia
Irianto, Koes.2007.Mikrobiologi. Bandung; Yrama Widya
Jenaidi, Wawan.2009. Definisi Sterilisasi. http://wawan-jeinadi.blogspot/2009/07/definisi sterilisasi.Html
P,Dr.Hendro. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Dasar. http://www.freewebs.com/mikrodas/petunjuk%20PRAKTIKUM.pdf.Html
Sitiju, Daeng. 2010. Pengenalan alat. http://daengsitiju.wordpress.com/2013/14/03 pengenalan alat.
Volk, wesley A dan Mergeral. 1993. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Erlangga

1 opmerking: